Curug Awang Geopark Ciletuh (foto youtube Explore Lagi)

Kawasan Geopark Ciletuh yang berada di Kabupaten Sukabumi, ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2018. Penetapan sebagai geopark oleh UNESCO itu karena oleh keanekaragaman geologi langka yang dimilikinya.

Menurut situs UNESCO, keunikan geologi Geopark Ciletuh terletak pada 3 zona yang dimilikinya yaitu, zona subduksi batuan terangkat, lanskap Dataran Tinggi Jampang dan zona magmatik purba dan evolusi busur. Bahkan Geopark Ciletuh memiliki formasi batuan tertua di permukaan Jawa Barat sehingga layak disebut sebagai “tanah pertama di Pulau Jawa bagian barat” yang terbentuk sejak zaman Kapur, 145–66 juta tahun yang lalu.

Lalu serangkaian proses subduksi tektonik selama periode Miosen-Pliosen atau sekira 5-8 juta tahun yang lalu menyebabkan keruntuhan gravitasi di sebagian Formasi Jampang, yang kemudian membentuk morfologi daratan amfiteater alam berbentuk tapal kuda terbesar di Indonesia dan juga membentuk serangkaian air terjun.

Kawasan Geopark Ciletuh ini memiliki luas sekira 128 ribu hektare yang terbentang di 8 kecamatan dan 74 desa/kelurahan di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Tak heran berwisata ke Geopark Ciletuh, sebagai kawasan yang dikelilingi hamparan aluvial ini, kita bisa menemukan banyak tempat yang menarik yang berdekatan dalam satu kawasan yaitu bukit, lembah, gunung, pantai dan air terjun. Masing-masing memiliki pemandangan alam yang fantastis. Yuk, kita lihat tempat apa saja yang bisa Sobat Halal kunjungi di sana.

1. Curug Puncak Manik

Curug berasal dari Bahasa Sunda yang artinya air terjun. Di kawan Geopark Ciletuh ada banyak curug, salah satunya Curug Puncak Manik yang merupakan curug tertinggi yang ada di Kawasan Geopark Ciletuh. Untuk mengaksesnya bisa dengan menggunakan kendaraan roda dua atau pun roda ke Desa Cibenda, Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat.

Meskipun begitu akses jalannya cukup menantang karena sebagian masih berupa bebatuan serta harus melewati sejumlah tanjakan dan turunan. Dari lokasi parkir Sobat Halal masih harus berjalan menyusuri jalur trekking sekira 700m.

Tapi segala jerih payah menuju Curug Puncak Manik agak tergantikan dengan keindahan lingkungan yang masih alami. Lalu suara air terjun di Curug Puncak Manik yang jatuh setinggi 100m dengan diselingi suara angin dan juga burung serta serangga, akan menghiasi pendengaran kita.

2. Curug Awang dan Curug Tengah

Curug Awang dan Curug Tengah adalah terusan dari aliran sungai Ciletuh yang sebelumnya melewati Curug Puncak Manik dan Curug Tengah. Curug Tengah dan Curug Awang jaraknya berdekatan, hanya terpaut sekira 300 meter satu sama lain. Dari tempat parkir, kita bisa berjalan kaki sekira 5 menit saja.

Curug Tengah dan Curug Awang dihiasi oleh dinding batu alam purba yang berwarna coklat kemerahan. Untuk mengakses lokasi yang terletak di Kecamatan Ciemas ini disarankan tidak menggunakan kendaraan dengan tinggi ban rendah karena akses jalan belum terlalu mulus.

3. Curug Dogdog

Kata dogdog dalam bahasa Sunda berarti kendang, atau perkusi khas Sunda. Air terjun ini dikelilingi oleh bebatuan yang indah, cocok sekali untuk dijadikan latar berswafoto.

Curug Dogdog terletak 100 meter dari jalan raya menuju Puncak Darma. Jika ditempuh dari arah Pantai Palangpang jaraknya sekitar 1,5 kilometer, dan dari Puncak Darma, sekitar 1 kilometer. Lokasi tepatnya dekat dengan jembatan Marinjung, Desa/Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Curug Dogdog memiliki ketinggian 15 meter dengan kedalaman kolam sekitar tujuh meter. Terdapat dua kolam yang tidak disarankan untuk mandi atau berenang mengingat kedalamannya. Satu kolam terletak di dekat air Curug dan satunya lagi ada sebelah kiri dari curug.

Meski tak bisa dipakai mandi atau berenang namun Sobat Halal masih bisa menikmati sensasi kesejukan lingkungan di sekitarnya. Trekking sepanjang perjalanan tidak membosankan karena dipenuhi dengan keindahan alam dan kesejukan udara segar disana.

4. Curug Cimarinjung

Semakin masuk ke dalam, Sobat Halal akan menemukan curug ini di antara perbatasan Desa Girimukti dan Desa Ciparu. Meski pun demikian, air di curug ini memiliki debit yang kuat, sehingga pengunjung dianjurkan untuk tidak berenang di tempat tersebut.

Yang istimewa dari curug ini adalah aliran airnya mengalir ke Teluk Ciletuh sebelum akhirnya mengalir ke samudera Hindia.

Di curug ini Sobat Halal bisa menemukan suasana hutan pada zaman purba. Akses jalannya memang tidak terlalu mudah untuk dilalui, namun keindahan air terjun ini selalu mengundang kedatangan wisatawan. Curug Cimarinjung adalah tempat yang tepat untuk menikmati panorama air terjun spektakuler dengan dihiasi tebing bebatuan dan hutan alami.

5. Puncak Darma

Berada di ketinggian 230 mdpl, Puncak Darma merupakan puncak tertinggi di Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas. Dari Puncak Darma, berbagai pemandangan di Kawasan Ciletuh dapat dinikmati seperti Teluk Ciletuh, deretan tebing, sawah dan pantai Palangpang.

Jika berkunjung pada pagi hari, Sobat Halal bisa menikmati keindahan pemandangan matahari terbit.

6. Puncak Aher

Puncak Aher adalah spot tertinggi di kawasan Geopark Ciletuh yaitu berada di ketinggian sekitar 400 mdpl. Tempat ini berada di Kampung Pamoyanan. Dario Puncak Aher pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan sunset berlatarkan laut lepas yang indah. Selain itu, Puncak Aher memiliki area untuk berkemah.

Bagi para pecinta olah raga paralayang, Puncak Aher dijadikan sebagai landasan untuk lepas landas. Dan setelah menikmati sensasi pemandangan dari udara paralayang akan mengarah ke Pantai Palangpang sebagai tempat untuk mendarat.

7. Pantai Palangpang

Merupakan pantai yang kerap menjadi tujuan untuk menyaksikan sunrise di pagi hari. Selain itu, di lokasi tersebut terdapat tempat pelelangan ikan dan terdapat Tugu Ciletuh untuk berswafoto.

Pantai Palangpang yang berbentuk tapal kuda inilah yang menurut situs UNESCO adalah bagian dari Formasi Jampang yang terbentuk menjadi pantai berbentuk tapal kuda terbesar di Indonesia.

8. Pulau Kunti

Namanya yang menyeramkan berbanding terbalik dengan keindahan flora dan fauna yang ada di tempat itu. Pulau yang menghadap ke Samudera Hindia ini memiliki pasir putih yang luas membentang dan sangat cantik. Jika beruntung, Sobat Halal bisa bertemu burung-burung eksotis yang bertengger di pepohonan saat berjemur atau berjalan-jalan menyusuri pantai.

Untuk menuju ke Pulau Kunti Sobat Halal bisa berangkat dari Dermaga Ciwaru, Palangpang. Lalu perjalanan ditempuh dengan menggunakan perahu sejauh 8 km selama kurang lebih 15 menit. Harga sewa perahu berkisar Rp300-350 ribu dengan maksimal penumpang 10 orang per perahu.

Di Pulau Kunti Sobat Halal bisa melihat sisa-sisa proses subduksi tektonik purba yang terjadi pada periode zaman Kapur (145–66 juta tahun lalu) di batu-batu karang yang membentengi Pulau Kunti. Juga bisa dilihat di sebuah gua di Pulau Kunti yang cukup besar untuk dimasuki.

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu
[Total: 4 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar