Foto: Honke Tankuma Honten

Jalan-jalan ke suatu negara tidak lengkap tanpa mencicipi makanan asli atau otentik dari tempat tersebut. Sayangnya di banyak negara yang populasi muslimnya sedikit, agak susah mencari makanan otentik yang halal. Biasanya pilihan untuk mendapatkan makanan halal adalah dengan mencari restoran-restoran khas Arab, Indonesia, Melayu, dan atau India (Muslim).

Di Kyoto, Jepang, sebuah restoran masakan Jepang mendedikasikan dirinya sebagai restoran halal – dengan sertifikat halal dari Lembaga Halal Kyoto, tapi tetap dengan mempertahankan cita rasa masakan Jepang yang sangat otentik. Tidak main-main, bukan hanya halal restoran ini bahkan sudah memiliki  Bintang Michelin (Michelin Star) sejak 2009, sebuah penghargaan bergengsi di dunia kuliner.

Restoran yang berlokasi di Kyoto Jepang itu adalah Honke Tankuma Honten. Restoran ini sudah berdiri sejak 1928, tapi baru mendapatkan sertifikat halal dari Kyoto Council for Sharia and Halal Affairs pada 2014.

Lokasinya bisa dicapai dengan 5 menit berjalan kaki dari stasiun Gion-Shijo Station dan Kyoto-Kawaramachi. Restoran ini ada di pinggir Sungai Kamo sehingga di bulan-bulan tertentu bisa menyantap hidangan sambil menikmati pemandangan.

Honke Tankuma Honten punya signature dish kaiseki-ryori dan daging wagyu halal. Kaiseki Ryori adalah seni menyajikan makanan tradisional khas Jepang tertinggi. Dalam istilah barat disebut juga sebagai haute cuisine, yaitu kuliner tingkat tinggi yang perlu persiapan khusus dan presentasi tingkat tinggi dalam penyajiannya. Umumnya makanan disajikan dalam porsi kecil.

Foto: Honke Tankuma Honten

Menarik menyimak penuturan dari Chef Honke Tankuma Honten, Mr. Junichi Kurusu tentang alasan mengapa ia memilih masakan Jepang halal. Awalnya dia terinspirasi saat kuliah dan mengunjungi Jalur Sutra, khususnya ke daerah otonomi Xinjiang-Uygur di Cina untuk study tour. Dia terkesan dengan keramahtamahan warga muslim di sana terhadap para turis dan juga budayanya. Sejak itulah dia mulai tertarik dengan muslim dan budaya Islam dan mulai bepergian ke negara-negara muslim di Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Lalu pada tahun 2014 saat banyak wisatawan muslim yang berkunjung ke Kyoto, Mr. Kurusu merasakan kalau mereka kesulitan untuk menemukan restoran halal. Dia merasa prihatin dengan hal itu dan mulai berpikir untuk melakukan sesuatu untuk menjawab masalah mereka. Sejak itulah dia memutuskan menyediakan makanan Jepang halal.

Dia juga tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan agar rasa masakannya disesuaikan dengan selera muslim. Sebab menurutnya saat dia bepergian ke luar negeri dia selalu menyukai rasa masakan khas yang asli dari daerah yang dikunjungi meski mungkin rasanya tidak sesuai dengan seleranya. Itulah sebabnya dia memutuskan untuk membuat sajian khas Jepang kaiseki-ryori yang murni dan dalam rasa aslinya.

Awalnya, hambatan terbesar yang dihadapi adalah daging babi dan alkohol. Tapi lalu dia mulai melarang bahan dari daging babi di dapurnya, dan juga membuang semua bumbu yang mengandung ekstrak dari babi. Singkatnya, apapun yang berhubungan dengan babi dihilangkan dari restorannya.

Bahkan untuk peralatan masaknya pun dia memastikan halal. Salah satu panci masak yang dibuat di Kyoto ditulisi Halal sesuai permintaannya. Sedangkan penggunaan daging wagyu dia hanya menggunakan daging wagyu grade A5 – A4 dari sumber yang sudah tersertifikasi halal.

Masakan utamanya adalah masakan tradisional kaiseki-ryori yang disajikan untuk tamu dari Jepang dan halal. Jadi jika ada pebisnis yang mengajak tamu muslim makan kaiseki-ryori di sana, tentu saja makanannya halal. Ketika tamu Jepang tahu bahwa kaiseki-ryori di sana tidak mengandung babi dan alkohol, mereka tidak bisa merasakan bedanya dengan kaiseki-ryori yang biasa.

Mr. Kurusu juga menyatakan dia senang bepergian ke negara-negara muslim setiap tahunnya, salah satunya Azerbaijan. Dia senang melihat mereka bangga dengan budayanya seperti dia juga bangga dengan budaya (Jepang)-nya, khususnya lewat makanan. Dia mengatakan senang menyambut tamu-tamu muslimnya untuk menikmati makanan dan budaya Jepang di restorannya.

Selengkapnya bisa disimak di  video dari Halal Media Japan berikut:

Untuk harganya, untuk kelas restoran dengan Bintang Michellin harganya relatif sama dibandingkan dengan harga makanan di restoran fine dining di Jepang yang setara. Untuk set menu berkisar antara 10.000 – 20.000 yen (Rp1.250.000 – Rp2.500.000). Jika memilih opsi dengan daging wagyu harganya tentu bisa lebih mahal lagi. Reservasi wajib dilakukan sebelum mengunjungi restoran ini.

Honke Tankuma Honten

Alamat: 168, Izumiya-cho, Kiyamachi-dori-Bukkoji-sagaru, Shimogyo-ku, Kyoto 600-8014
Jam buka: 11:30-15:00(Last Order: 13:30), 17:00-22:00(Last Order: 20:00)
Minggu: Tutup
Telepon: 081753511645
E-mail: reservation@tankuma.jp
Website: https://www.tankuma.jp


Berikan bintang kamu untuk Honke Tankuma Honten
[Total: 7 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar