Sobat Halal tentu sudah mengetahui bahwa menurut prakiraan para ahli cuaca, kita akan mengalami cuaca panas yang ekstrim hingga pertengahan tahun 2022. Oleh karena itu, kita semua dihimbau agar waspada terhadap risiko ancaman overheat saat beraktivitas, khususnya di luar ruangan.

Tidak hanya waspada terhadap overheat, menjaga stamina dan memakan makanan yang bergizi adalah kunci agar tubuh terhindar dari berbagai macam resiko. Namun demikian, musim panas biasanya identik dengan liburan dan kuliner. Jangan sia-siakan kesempatan menikmati makanan-makanan yang tepat di santap saat musim panas tiba.

Di berbagai belahan dunia, hidangan-hidangan musim panas banyak disukai masyarakat karena memberikan efek menyejukkan bagi tubuh. Penasaran kan!? Yuk kita nikmati satu per satu!

  1. Som Tum

Foto: instagram @yongyee_nunmanee

Som Tum adalah rujak khas Thailand yang cocok disantap saat musim panas tiba. Keistimewaan som tum terletak pada perpaduan bumbu yang cukup kompleks antara limau, cabai, garam, kecap ikan, dan gula merah.

Bahan utamanya adalah serutan pepaya muda yang crunchy, biasanya disajikan bersama buah lain seperti kedondong atau taburan kacang. Rasanya tidak usah ditanya, segar dengan sensasi rasa nano-nano. Yummy!

  1. Kulfi

Foto: instagram @hunger.owl

Kulfi adalah es tradisional yang berasal dari India. Selain diolah secara tradisional, kulfi juga terbuat dari susu sapi yang dididihkan dan diberi pemanis alami tanpa bahan tambahan untuk melembutkan. Setelah adonannya mencapai suhu ruang, adonan tersebut akan dibekukan.

Kulfi yang disajikan akan meleleh secara perlahan sehingga menimbulkan sensasi tersendiri saat menikmati rasa segar, manis dan dingin yang lumer di mulut tersebut.

  1. Naengmyeon

Foto: instagram @koreanbapsang

Naengmyeon atau dikenal dengan sebutan mie dingin ini adalah makanan yang berasal dari Korea. Jika pada umumnya mie disantap selagi hangat atau panas, naengmyeon justru dihidangkan bersama kuah kaldu yang dingin.

Hidangan ini merupakan hidangan yang menyehatkan karena diolah secara tradisional dan berbahan tradisional.

Selain itu, bumbunya pun minimalis sehingga sangat baik bagi tubuh. Naengmyeon memiliki ukuran mie yang lebih kecil dari ramyeon, biasanya dihidangkan bersama irisan wortel, lobak, apel, timun, pir, daging dan telur rebus. Rasanya semakin sempurna saat kuah kaldunya dikombinasikan bersama kecap asin, yummy!

  1. Es Dawet

Foto: Robbi Firmansah via unsplash

Es Dawet atau Es Cendol adalah minuman sekaligus makanan. Mengapa demikian? Karena dawet atau cendol terbuat dari tepung beras. Jadi dengan menyantap es dawet Sobat Halal sama seperti mengonsumsi nasi, tapi disajikan dingin dengan rasa manis gurih dari gula merah dan santan kelapa.

Kandungan gizi es dawet juga bagus lho untuk tubuh. Dalam 1 gelas es dawet (300 gr) terdapat 465 kalori dengan kandungan 36% lemak, 59% karbohidrat, 5% protein, 19,11 gram lemak, 5,6 gram protein, 70,47 gram karbohidrat, 3,6 gram serat, 26,39 gram gula, 14 mg sodium dan 0% kolesterol.

  1. Brodet

Foto: instagram @baked.by_mego

Berbeda dengan sajian lainnya, hidangan khas Kroasia ini justru memiliki kuah yang panas. Hidangan ini berbahan dasar hasil laut seperti ikan kakap, monkfish, cumi atau udang yang diolah bersama sayur.

Dengan kuah kaldu laut berbumbu minimalis, hidangan ini sangat segar dan sarat gizi bagi tubuh. Bahkan banyak yang menyantap hidangan ini bersama nasi!

  1. Mizu Yokan

Foto: instagram @experience_fukui

Hidangan tradisional minimalis satu ini berasal dari Jepang. Mizu yokan adalah kudapan menyerupai agar-agar dengan cita rasa manis, dingin dan kenyal. Pada jaman dahulu, hidangan ini terbuat dari tepung dan gelatin hewan.

Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat Jepang banyak menggunakan agar-agar dari rumput laut sebagai bahan dasar utamanya, kemudian dikombinasi dengan ubi manis, kacang yang dihaluskan bersama gula jawa atau buah kesemek. Selain itu, mizu yokan diwarnai dengan pewarna alami, sehingga sangat menarik hati.

  1. Ceviche

Foto: instagram @lariberainnsatipo

Ceviche adalah hidangan khas Peru dan merupakan salad tradisional setempat. Hidangan ini berbahan dasar irisan ikan mentah yang dihidangkan bersama saus jeruk nipis, garam, irisan cabai, bawang dan daun koriander.

Keistimewaan hidangan ini terletak pada tambahan leche de tigre, yakni bumbu khas Peru yang tebuat dari daging ikan, kaldu ikan, jeruk nipis, bawang merah, daun koriander, cabai garam dan lada yang dihaluskan.

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu untuk Kuliner Musim Panas
[Total: 3 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar