Idul Adha merupakan hari besar umat muslim yang juga dikenal sebagai Idul Nahr, Idul Qurban atau hari raya haji dan dirayakan setiap 10 Dzulhijjah. Idul Adha pasti mengingatkan kita terhadap kisah teladan Nabi Ibrahim.

Idul Adha juga merupakan sarana dalam memaknai ketaqwaan, hablumminnallah, habliminnannas dan kualitas diri umat muslim. Selain pemaknaan tersebut, Idul Adha identik dengan budaya makan bersama dan juga olahan khas daerah.

Makanan yang identik dengan Idul Adha di berbagai negara ternyata memiliki kekhasannya masing-masing. Kita cari tahu yuk, Sobat Halal!

  1. Tagine, Afrika Utara

Kredit: instagram @kitchen.star_

Tagine merupakan makanan hari raya khas Maroko dan Libya. Pada dasarnya, tagine sendiri merupakan peranti makan berupa pot atau gerabah yang diisi berbagai macam sayuran dan daging. Biasanya tagine dari daerah satu ke daerah lainnya, terdapat kombinasi isian yang berbeda-beda.

  1. Nasi Biryani, Asia Selatan

Kredit: instagram @shasha210621

Nasi biryani berasal dari India dan Pakistan. Nasi biryani merupakan beras basmati yang diolah bersama rempah dan minyak samin, lalu diberi topping berupa daging atau ayam panggang, kacang, telur, kentang dan lain sebagainya.

  1. Sate, Indonesia

Foto koleksi HLID

Makanan yang terbuat dari potongan daging sapi atau kambing yang ditusukkan ke lidi dan dibakar ini sudah menjadi ikon saat hari raya Idul Adha di Indonesia. Sate disuguhkan bersama saus kacang atau kecap yang diberi rajangan bumbu seperti bawang merah, bawang putih dan cabe.

  1. Musagaah, Timur Tengah

Kredit: instagram @hadramiah.restaurant

Musagaah dikenal juga sebagai balado khas Arab. Biasanya terbuat dari cincangan atau potongan daging dengan bumbu rempah pedas dan dilengkapi sayur seperti kentang, labu, wortel atau terong.

  1. Nalli Nihari, India

Kredit: instagram @banocuisine

Nalli nihari adalah sajian daging atau potongan buntut dan rusuk yang dimasak dengan metode slow cook bersama kaldu, sehingga menghasilkan kuah dengan kaldu yang kuat dan daging yang sangat lembut. Penyajian nalli nihari biasanya didampingi sayur segar dan daun ketumbar.

  1. Maamoul, Libanon

Kredit: instagram @sourdoughcleo

Merupakan pastri shortbread khas Libanon yang biasanya diisi polistasio, ara, kenari, almond atau kurma. Biasanya berbentuk kubah, bola atau datar dan ditaburi gula halus setelah matang.

  1. Boulfaf, Maroko

Kredit: instagram @delightofsisters

Makanan berbentuk sate khas Maroko ini merupakan tradisi hari raya sejak ratusan tahun silam. Boulfaf terbuat dari hati kambing, domba atau sapi yang dibumbui jinten, garam, merica dan dibakar bersama paprika.

  1. Tbeikhet, Libya

Kredit: thechenchen.com

Makanan khas Libya ini terbuat dari daging kambing atau domba yang dimasak bersama campuran labu, kacang chickpeas yang ditumis bersama kismis.

  1. Nasi Mandhi, Arab

Kredit: instagram @myplate_ofhappiness

Nasi mandhi adalah beras basmati yang diolah bersama lauk khas Arab. Nasi mandhi bisa berwarna putih atau pun kuning dan memiliki aroma yang kuat karena dibumbui jintan, bunga lawang, kapulaga, ketumbar, kunyit dan lainnya. Selain itu, nasi mandhi punya taburan kismis atau potongan kurma.

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu untuk Hidangan Khas Idul Adha
[Total: 4 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar