Inspirasi bisnis kita kali ini datang dari Cirebon. Berangkat dari usaha rumahan, Livyana Punusingon yang akrab dipanggil Livy kini berhasil membuka gerai kedai dessert-nya. Berkat keuletannya, dukungan suami tercinta dan dorongan dari orang terdekat yang tidak habis-habis, Camu-Camu kini menjadi pendatang baru yang digandrungi kawula muda Cirebon dalam hitungan bulan.

“Saya memulai usaha ini awalnya karena hobi dan bisa menyesuaikan waktu sama keluarga,” ujar Livy saat ditanya, “Awalnya memilih jualan di rumah, tapi akhirnya berhasil punya gerai di Markas Cafe Cirebon.”

Sejauh ini Livy melakukan pemasaran melalui instagram dan bergabung di marketplace seperti Grab Food dan Go Food.

Dampaknya ia akui cukup signifikan, “Biasanya saya bikin story interaktif seperti “this or that” dan tebak-tebakan, ” awalnya responnya sedikit tapi lama-lama semakin di-notice dan yang jajan di Camu-Camu bertambah.”

Hobinya yang membuahkan hasil menimbulkan kepuasan tersendiri bagi Livy, namun bukan berarti ia tidak mengalami kesulitan.

“Satu bulan pertama masih cukup sepi, tapi setelah promo di instagram, bikin giveaway, dan join grab dan gojek, perlahan-lahan Camu-Camu mulai dikenal. Dan itu semua digarap sendiri kalau suami kerja,” terang Livy, “target jangka pendeknya 3 bulan kemarin udah tercapai, buka gerai di tempat strategis dan masih mencari media promosi yang tepat, harapannya bisa semakin berkembang.”

Camu-camu sendiri menawarkan berbagai varian desert seperti salad buah, choco puding vla vanilla, crispy almond, choco cheese lotus biscoff melted, choco ice cream, caramel cream cheese regal, choco grass jelly milk, brulee bomb, jelly cheese milk dan lain sebagainya.

 

Yang paling otentik adalah klappertart dan sambal roa yang juga menjadi item unggulan dengan banyak peminat. Livy sendiri berasal dari Manado sehingga kepiawaiannya dalam mengolah klappertaart dan sambal tidak perlu diragukan lagi.

Di tengah maraknya persaingan, Livy memberikan rasa yang berbeda dengan memberikan sentuhan inovasi pada setiap dessert-nya. Livy juga menjaga bahan bakunya berkualitas, halal, dan fresh. Selain itu, pembuatannya pun higienis, bahkan secara periodik ia memberikan produk atau varian baru untuk para pelanggan.

“Semangat usaha, banyak belajar, konsultasi dengan orang yang dipercaya, berdoa, dan bersyukur,” tutup Livy menutup pembicaraan.

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu untuk Camu-Camu
[Total: 4 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar