Prima Arimbi adalah penyedia jasa home service make up artist (MUA) selama 6 tahun di Yogyakarta. Sebelumnya Prima adalah pengajar dengan latar belakang pendidikan magister pendidikan, “Tapi di tengah jalan saya mendapat panggilan untuk ganti profesi sebagai MUA. Setelah menekuni dan menjalani, ternyata lebih enjoyable,” jelas Prima.

Prima mengaku, menjadi MUA merupakan minat dan passion-nya pada saat itu. Melalui akun instagram @pim_makeup, Prima mulai memberikan layanan home service MUA di area Yogyakarta, “tujuannya memang untuk menjangkau dan melayani klien yang membutuhkan jasa home service MUA untuk berbagai kepentingan seperti wisuda, party, wedding dan lainnya.”

Meskipun mulai mapan, Prima tidak lantas menjadi pemberi jasa yang pasif. Selain aktif menerima order, ia juga bergabung dengan komunitas MUA dan mendalami berbagai ilmu di dunia make up artist.

Menjadi seorang MUA yang profesional harus memahami kebutuhan konsumen, tidak hanya soal tata rias saja, melainkan juga kondisi kulit, hospitality, teknik, referensi, skincare, survei dan lain sebagainya.

Hal ini tentu berbanding lurus dengan keinginannya untuk satu hingga lima tahun mendatang, yakni ini stabil dalam dunia make up artis dan selalu memperbaharui skill sesuai perkembangan jaman agar selalu memiliki ‘pasar’ lalu bersaing dengan penyedia jasa sejenis.

“Sejauh ini saya sangat yakin, karena usaha ini merupakan usaha yang saya nikmati prosesnya, mendapat restu suami, dan bisa membantu orang banyak sehingga akan membuahkan hasil yang positif juga untuk saya dan keluarga,” terang Prima penuh keyakinan.

“Lalu kalau bicara soal keunggulan menurut saya tidak ada, sebab make up dan seni dinilai oleh orang lain. Kalau di bisnis saya jurinya ya klien itu sendiri, kalau menurut yang bersangkutan hasilnya sesuai selera, bagus, memuaskan dan cocok, itu adalah keunggulannya. Selain itu, MUA mempunyai pasarnya masing-masing.”

Prima Arimbi (paling kiri)

Sepanjang menggeluti usahanya, Prima mengaku pernah merasa sangat khawatir saat pandemi covid-19 mulai merebak di Indonesia,

“Namanya juga pandemi ya, mau gak mau kan harus patuh protokol demi kebaikan bersama, apalagi punya keluarga yang juga harus dilindungi. Jujur aja waktu seluruh aktifitas seni, hiburan dan acara-acara pribadi dilarang, saya mati kutu. Di dunia MUA pun ada rumusnya, semakin lama kita hiatus, maka nama kita akan semakin dilupakan. Sehingga ketika pandemi mereda, jadi sulit untuk kembali ke posisi stabil seperti semula.”

Tidak berhenti sampai disitu, new normal juga membuat Prima harus mengahadapi tantangan baru dan beradaptasi,

“Akhirnya tiap ambil job prokes dua arah menjadi kewajiban, banyak berlatih dan rutin membuat portofolio make up untuk upgrade skill. Selain itu, juga memulai promosi dengan strategi baru.

Sedangkan pada kegiatannya sendiri saya mulai menggunakan berapa aplikator sekali pakai, rutin mendisinfeksi peralatan make up setelah selesai bekerja, menyediakan lebih banyak brush agar jika berganti klien baru bisa langsung menggunakan brush set yang selalu bersih. Dari semua penyesuaian tersebut, tentunya membutuhkan waktu dan budget yang tidak sedikit bagi saya.”

Selain pandemi, Prima juga beradaptasi selama ramadhan mengingat jumlah perayaan pernikahan atau pesta berkurang lebih jauh sehingga orderan pun menurun drastis, “ramadhan tidak saya anggap sebagai hambatan,  justru saya bisa fokus untuk mencari klien dari acara wisuda, sumpah dokter, lamaran, akad, dan bisa membuka private make up course.”

Pencapaian Prima yang sejauh ini tidak lepas dari peran dan dukungan orang tua, suami, anak, teman-temannya yang berkenan jadi model dan guru-guru make up artis seniornya yang pernah memberikan ilmu secara privat atau workshop-workshop-nya yang ciamik,

“Berkat mereka saya selalu mendapat dukungan ilmu, waktu dan semangat. Selain hal-hal tersebut, orang tua dan suami juga banyak memberikan dukungan moral dan materi.”

Sejauh ini Prima melakukan promosi melalui akun media sosial bisnis dan pribadinya,

“Selama ini saya selalu membagikan konten make up di instagram dan tiktok. Menurut saya hasilnya cukup bagus karena bisa menjangkau klien dan juga menambah teman atau partner sesama make up artist dan profesi lainnya yang memiliki keterkaitan seperti hair do, hena artist dan lain sebagainya.”

“Selain itu, kalau ketemu klien yang murah hati saya malah ditag, hasilnya ya seperti dibantu promosi melalui akun sosial media mereka, bahkan tak jarang tawaran dari teman satu profesi dan relasi mengajak untuk bekerja sama.”

Akun instagram @pim_makeup

Setelah banyak berbicara mengenai pengalamannya, Prima pun tidak segan-segan memberikan dukungan bagi Sobat Halal yang memiliki profesi sejenis atau yang mulai menggelutinya, “untuk MUA baru tidak perlu minder jika harus memulai usaha dengan produk dan gear seadanya. Kalau kamu menikmati prosesnya, suatu saat kamu akan sampai di titik yang kamu inginkan.”

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu untuk PIM MUA Yogyakarta
[Total: 4 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar