Paksi, panggilan akrab dari pria pemilik nama lengkap Paksi Andang Prabowo ini adalah seorang pebisnis yang berasal dari Kalimantan. Berangkat dari latar belakang keluarga yang mengantungi bekal pendidikan sekaligus pengalaman di bidang perhotelan atau HORECA (Hotel Restaurant Cafe), Paksi memutuskan untuk terjun ke dalam bisnis kuliner.

Ia mulai membuka Son’s Coffee, Store & Roastery di Kota Balikpapan pada tahun 2017 lalu, hingga saat ini usahanya telah berjalan kurang lebih selama 4 tahun. Awalnya Son’s Coffe menyediakan jasa pengolahan atau sangrai biji kopi dan menjual kopi. Lalu seiring berjalannya waktu, Son’s Coffee bertumbuh menjadi charity restaurant dengan product highlight makanan siap saji, yakni burger.

“Bisnis kuliner ibarat bisnis kebahagiaan, dimana kesuksesannya juga dilihat dari kebahagiaan produsen dan konsumen yang membersamai profit bisnis itu sendiri.”

Paksi bertujuan untuk menciptakan “bisnis kebahagiaan” bagi keluarga. Harapannya, usahanya bisa menjadi heritage business, sebagaimana yang banyak didapati di bisnis lainnya. Visinya pun jelas, yakni menjadi usaha kuliner yang memiliki konsep produk, memberikan pelayanan terbaik dan selalu berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

Paksi selalu mengutamakan kualitas makanan, kualitas rasa, kesehatan dan  kebersihan dalam pengelolaan bisnisnya. Selain itu, ia selalu memberikan harga yang masuk akal dan bisa diterima oleh semua segmen.

“Kalau ditanya yakin apa enggak sama usaha saat ini, jawaban saya 100% optimis, apalagi culinary is never ending business.”

Pada masa sekarang, burger merupakan makanan yang umum  dijumpai. Namun, burger yang Paksi tawarkan bukan sembarang burger. Setelah melalui proses inovasi yang panjang, Paksi berhasil mempersembahkan Crack Burger untuk para pelanggan.

Crack Burger memiliki keistimewaan tersendiri, yakni terletak pada penambahan buah nanas yang dipadukan bersama homemade buns, house dressing, beef patty, homemade mix cheese, caramelized onion, dan onion ring.

Selain cheesy, Crack Burger juga memiliki rasa yang segar nan memikat. Dan tak kalah seru, Crack Burger dikemas menggunakan full printed paper bag yang didesain dengan artwork yang unik sekaligus menarik.

Pencapaian Paksi hingga saat ini tentu telah melewati berbagai macam proses.  Dari awal memulai bisnisnya, badai kehidupan datang untuk menguji keluarganya.

“Saat itu bisnis jalan belum ada 1 tahun, tapi mama tiba-tiba jatuh sakit. Ya sedih banget waktu itu. Mama dirawat di Jakarta, jadi harus meninggalkan Balikpapan dan merawat mama. Bisnis ya tetap jalan, tapi tanpa pengawasan. Alhasil jadinya malah tak terkontrol dan diputuskan untuk tutup sementara,” kenang Paksi, “setelah itu mama meninggal, akhirnya tutup lebih lama lagi.”

Namun, Paksi bukanlah pribadi yang mudah menyerah. Pada tahun 2019 ia  mulai membangkitkan semangatnya dan Son’s Coffee mampu sampai sekarang, meski pun Covid-19 menjadi pukulan kedua bagi usahanya yang menguras tenaga dan pikiran untuk mengupayakan agar bisnisnya tetap berjalan lancar.

Selama menjalankan usahanya, Paksi juga kerap mengalami berbagai tantangan. Hal yang sering terjadi adalah ketika permintaan meningkat, pasokan bahan baku justru tidak terpenuhi karena situasi dan kondisi di daerah masih sangat bergantung pada transportasi. Apalagi di awal pandemi, perekonomian juga sempat turun, menuntut Paksi untuk memutar otak dan beradaptasi dengan cepat.

Permasalahan lain yang tidak kalah memusingkan adalah tingginya turn over karyawan yang terjadi, sebab mendapatkan SDM yang well educated ternyata cukup sulit. Paksi mengatasinya dengan rutin melakukan training dan juga coaching bagi karyawannya. Namun demikian, hal tersebut sudah seperti makanan sehari-hari bagi Paksi lantaran sudah sering terjadi di industri HORECA.

Berkat dukungan dari keluarga, karyawan dan pelanggan, Paksi berhasil menghadapi seluruh tantangan tersebut.

“Semua, baik keluarga maupun karyawan telah memberikan kontribusi sesuai kompetensi dan pengalaman masing-masing. Mereka memberikan kejujuran, komitmen, kesungguhan, loyalitas serta dedikasi.”

Sedangkan untuk strategi pemasarannya, Paksi memanfaatkan fasilitas media sosial yang ada, seperti instagram, facebook, Youtube, iklan Google, dan lain sebagainya. Bahkan ia juga memaksimalkan fasilitas lain seperti SEO, engagement report, dan lainnya.

Berkat metode-metode tersebut, brand awareness Son’s Coffe meningkat seiring dengan peningkatan penjualan, tapi keterbatasan penguasaan program dan aplikasi multimedia menjadi permasalahan yang harus segera dicari jalan keluarnya.

“Do with the right thinking, semua obsesi dan usaha yang dilakukan harus dilandasi oleh cara berpikir yang benar. Memulai dengan langkah awal yang benar, karena satu langkah awal tersebut akan menentukan seribu langkah lainnya di kemudian hari dan mintalah ridho Allah.”

Melakukan riset, menyusun konsep usaha, menulis yang akan dikerjakan, mengerjakan yang sudah ditulis dan selalu tersenyum juga merupakan kebiasaan yang kerap Paksi lakukan selama menjalankan bisnis.

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu untuk Son's Coffee, Store & Roastery
[Total: 4 Rata-rata: 4.8]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar