Bagikan artikel ini

Kedaitukutuku merupakan usaha yang dirintis oleh Yohanna Dwi Febta, yang akrab dipanggil Hanna, kurang lebih selama 2 tahun di Kota Yogyakarta. Hanna mendirikan usaha ini karena ia merupakan salah satu pegawai yang terdampak pandemi,

“Saya dirumahkan dan uang tabungan semakin menipis. Sementara kebutuhan dan kehidupan masih tetap berjalan. Saya bersyukur, saya bukan orang yang mudah menyerah meskipun sempat sedih ya, dan saya masih punya beberapa personal goals dalam hidup sehingga saya putar haluan.

Berhubung saya suka sama snack, terutama Risol, saya suka coba-coba bikin sendiri. Trial-error gitulah sampai dapat rasa dan teksture yang saya mau.”

“Kami menjual makanan rumahan yang sehat dan higienis dengan menggunakan sistem pre-order. Kenapa pre-order? Karena sebagai ibu rumah tangga yang produktif saya masih cari kesempatan agar tidak bentrok dengan mendampingi kegiatan dan sekolah anak-anak,” terang Hanna.

Hanna menjalankan usahanya atas dasar rasa suka dan hobi berkreasi di dapur, ia juga percaya Kedaitukutuku yang ia kelola akan bertransformasi jadi toko snack dengan varian snack yang berkesan di hati anak jajan Jogja.

“Harapan saya Kedaitukutuku bisa terus ada, semakin berkembang dan semakin dikenal banyak orang sehingga bisa membuka lapangan kerja dan memberikan kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih baik, khususnya di Yogyakarta,” ujar Hanna.

Hanna percaya setiap orang punya selera yang berbeda, sementara kompetitor produk sejenis cukup banyak dan punya cita rasanya masing-masing.

Berangkat dari review, masukan atau komentar dan juga antusiame pelanggannya Hanna menangkap bahwa snack Kedaitukutuku berkesan di hati para pelanggan.

“Kalau tak berkesan, kan biasanya tak akan repeat order ya. Kalau ada yang tanya soal keunggulan saya serahkan langsung ke yang bersangkutan untuk mencoba biar langsung bisa menilai, yang jelas saya mengolah semua snack dengan bahan-bahan yang baik dan aman untuk dikonsumsi anak-anak. Selain itu, isian risol saya buat tebal dan lumer, banyak yang notice itu” terang Hanna.

Sebagai ibu rumah tangga yang mendedikasikan dirinya untuk keluarga, tantangan yang cukup pelik dalam menjalankan bisnisnya adalah saat anak-anak sedang sakit. Hanna menjadi kewalahan sehingga berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, akhirnya Hanna memutuskan untuk tidak memproduksi snack terlebih dahulu hingga keadaan kembali menjadi kondusif.

“Saya kerjakan semua sendiri, dari persiapan produksi, produksi, hingga promosi di media sosial dan penjualannya. Jadi semua serba terbatas dan yang penting saya tetap enjoy dan masih bisa membersamai anak-anak saya karena itu yang utama,” terangnya.

Meskipun libur untuk fokus terhadap anak-anaknya, Hanna memanfaatkan waktu luang tersebut dengan mengisinya dengan mempelajari berbagai macam referensi promosi dan ide kreasi yang kemungkinan bisa ia terapkan sebagai bentuk inovasi.

“Saya mampu berjalan sejauh ini berkat dukungan suami, keberadaan anak-anak dan keluarga besar. Selain jadi penyuntik semangat, pemberi masukan, waktu dan tenaga, mereka juga tester yang sangat baik dalam tahap pengembangan resep saya,” kenang Hanna.

Untuk memasarkan produk Kedaitukutuku Hanna memanfaatkan fitur whatsapp story dan membuat instagram khusus untuk usahanya, yaitu @kedaitukutuku, “tantangannya ya butuh ekstra effort untuk posting, bikin promosi atau konten. Saya masih belajar sampai saat ini, saya lakukan pemasaran semampu saya dan hasilnya mampu membuat Kedaitukutuku bertahan hingga hampir 2 tahunan.”

Berdasarkan pengalamannya, Hanna menyadari bahwa keberanian mencoba hal baru merupakan salah satu kunci dalam mencapai tujuan.

“Berawal dari coba coba ternyata sekarang jadi keterusan dan bisa menghasilkan. Jadi bagi kalian yang sedang dan ingin memulai usaha, jangan pernah takut untuk mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman, kalau berusaha pasti bisa menghasilkan,” ujar Hanna saat mengakhiri kisahnya.

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu untuk Kedaitukutuku
[Total: 4 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar