Marista Estelita, yang kerap dipanggil Maris, adalah adalah gadis manis yang menancapkan kakinya di Jakarta sejak masih di bangku  perkuliahan. Berkat usahanya yang gigih, ia berhasil lulus dengan nilai terbaik dan sukses menjadi wanita karir di Jakarta.

Meskipun sudah mendapat pekerjaan dengan posisi yang apik, Maris tidak lantas bersantai-santai menikmati waktu senggangnya. Justru di luar jam kerja, Maris mencari kesibukan lain yang dilandasi hobi, tetapi tetap memberikan cuan.

“Awalnya memang karena hobi kuliner dan memang niat cari income di luar penghasilan kantor. Ternyata pasar pempek asli Sumatera di Jakarta kan harganya terbilang mahal ya, jadi aku lihat ini sebagai peluang usaha. Aku pengen kenalin pempek asli ikan khas Bengkulu yang enak itu dengan harga yang lebih terjangkau.”

Maris sendiri mulai memperkenalkan pempek khas Bengkulu sejak akhir tahun 2021. Sampai saat ini kurang lebih usahanya sudah berjalan selama 6 bulan. Maris sendiri berkeinginan untuk belajar dan menggeluti bidang bisnis kuliner tersebut lantaran ingin pempek Bengkulu jadi pempek alternatif dengan harga terjangkau yang rasanya tetap enak.

“Tahun pertama ya jualannya area Jawa dulu, lima tahun ke depan pengennya memperluas area pemasaran untuk meningkatkan omzet ya. So, dalam enam tahun kita juga sudah kirim pempek sampai Pulau Bali.”

Maris sangat yakin, bisnisnya akan berkembang. Menurut Maris, bisnisnya bisa sustainable karena demand-nya selalu ada, cita rasa produk juga selalu konsisten, dan harganya pun bersaing di pasaran.

Selain itu, kepuasan pelanggan tidak kalah penting bagi Maris, “harga pempeknya murah dibandingkan dengan produk pempek ikan asli lainnya di Jakarta. 50 pieces pempek saya jual Rp135.000, 00 dengan 5 varian, cuko pempeknya juga sudah disesuaikan dengan lidah orang di Jakarta dan Pulau Jawa.”

“Konsepnya frozen food, jadi tahan 30 hari di freezer sehingga cocok untuk dijadikan stock oleh pelanggan. Kita juga pakai sistem PO selama seminggu dengan tengat waktu pembayaran yang fleksibel.”

Meskipun terbilang baru dalam menggeluti bisnisnya, tidak berarti Maris belum menghadapi tantangan yang cukup pelik. Justru tantangan tersebut langsung ia hadapi setelah beberapa kali menerima orderan pempek, “secara pempek dari Bengkulu ya, jadi material dan tim produksi semua ada di sana.”

“Memang pesanan kadang turun-naik, tapi kalau laut Bengkulu lagi badai jadi tidak ada pasokan ikan sama sekali, ditambah lagi pengiriman jalur darat juga jadi terkendala. Mau tidak mau proses produksi kan jadi terhambat, pasti down. Untungnya, walau jauh-jauhan komunikasi kita cukup bagus, saling support juga,” lanjut Maris.

Maris selalu mengutamakan kejujuran dalam bisnisnya, sehingga ketika kendala keterlambatan dan ketersediaan bahan terjadi ia lebih memilih jujur apa adanya dan menginformasikan ke konsumen yang sudah melakukan pemesanan. Selain itu, Maris juga berprinsip bahwa lebih baik ada pesanan meski sedikit dari pada tidak ada sama sekali.

Selama menjalankan bisnis, Maris selalu terbantu oleh tim produksi dan rekan-rekan yang selama ini memberikan dukungan secara mental dan bantuan promosi, “sering loh temen-temen yang beli itu langsung cocok dan repeat order, mereka juga gak ragu-ragu kasih testi dan review di media sosial pribadi mereka buat bantu promosi. Itu membantu banget!”

Sejauh ini Maris masih melakukan promosi secara online melalui berbagai macam platform media sosial pribadinya, menurut Maris hasilnya cukup efektif karena setiap posting selalu ada yang nyantol.

Selain itu, tidak tanggung-tanggung Maris membagi pempek secara gratis untuk kepentingan promosi, “jujur aja tiap promosi lewat media sosial itu demand-nya jadi cukup banyak, kadang cukup kewalahan juga. Yang jelas, kondisi seperti itu tuh justru bikin aku pengen lebih getol jualan dan promosi biar bisa menjaring pembeli lebih banyak lagi, sayangnya masih belum bisa fokus banget dan akan diusahakan.”

Maris memulai dan menekuni bisnisnya bukan tanpa pertimbangan, segala cara dilakukan untuk mencapai target selama itu halal.

Ketika memasuki Bulan Ramadhan Maris dan timnya memutuskan untuk libur, “ya sayang memang, kemarin PO terakhir sebelum Ramadhan banyak banget yang gak kebagian, tapi kan kita di Bengkulu juga ada tradisi untuk istirahat selama bulan puasa alias gak jualan. Tujuannya satu, untuk supaya ibadah puasanya fokus, jadi bisa melakukan itikaf dan lain sebagainya. Oleh karena itu, proses produksi berhenti hingga Raya Idul Fitri.”

Namun demikian, Maris dan tim tetap meninjau dan mempelajari banyak aspek bisnis mereka yang harus ditingkatkan lagi ke depannya selama libur, agar nanti saat beroperasional lagi segala sesuatunya diharapkan bisa menjadi lebih baik lagi.

“Jangan pernah malu untuk memulai usaha sekecil apapun asalkan halal dan bermanfaat. Gunakan waktu luang dengan baik untuk mencari peluang bisnis dan ilmu baru. Utamakan kejujuran dalam berbisnis dan dengarkan feedback dari konsumen. Jangan cepat menyerah walaupun bisnis memang ada ups and down, yang penting kita selalu konsisten dan berusaha,” pesan Maris saat menutup obrolan.

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu untuk Pempek Bengkulu
[Total: 5 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar