Basmina adalah bisnis roti olahan yang dirintis oleh Rachma di Kota Semarang. Sebelum merintis bisnis yang telah dilakoni selama 2 tahun ini, Rachma sendiri merupakan seorang pegawai perusahaan swasta yang akhirnya memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga demi membersamai tumbuh kembang buah hatinya.

“Lebaran tahun 2019 dulu saya juga sempat menjual kue kering seperti nastar dan kastengel, untuk mengisi waktu luang dan agar tetap produktif, toh, mumpung ada momentumnya,” terang Rachma.

Namun, pada tahun 2020, ternyata Indonesia mengalami pandemi Covid 19. Mau tidak mau, aktifitas keluarga lebih banyak di rumah. Ruang gerak dan kegiatan terbatas, rasa bosan pun melanda. Namun, Rachma berhasil menemukan solusi atas rasa bosannya dengan mengolah kreatifitas diri dengan memperkaya pengetahuan seputar baking.

“Waktu itu, bulan Mei 2020, saya iseng tanya suami, mau dibikinin apa? Ternyata suami pengennya roti pisang,” kenang Rachma.

Dari permintaan suaminya itulah, Rachma mulai sering belajar membuat roti pisang yang lezat. Trial and error kerap ia alami, tapi lambat laun, kerja kerasnya memupuk rasa percaya diri. Rachma mulai menawarkan roti pisangnya melalui media sosial, facebook dan whatsapp. Saat itu, nama Basmina disematkan pada produknya. Basmina sendiri memiliki arti ‘senyum’ dalam bahasa Indonesia.

Rachma memilih bisnis ini bukan tanpa pertimbangan matang, “milih bisnis ini karena saya tidak begitu jago masak masakan rumahan, kalau baking kan jelas, ada takaran pastinya, sehingga bisa saya pelajari seiring berjalannya waktu.”

Rachma juga memiliki keinginan untuk mengembangkan bisnisnya hingga bisa membuka lapangan kerja untuk lingkungan di sekitarnya. Selain itu, ia ingin Basmina selalu ada di hati para pembelinya, sehingga bisa mendapatkan pembeli yang royal untuk kelangsungan bisnisnya. Menjaga dan meningkatkan kualitas serta kuantitas menurut Rachma adalah kuncinya.

Sedangkan target untuk beberapa tahun ke depan, Rachma ingin memiliki kedai kecil untuk sekedar minum teh atau ngopi agar produk Basmina dapat dikenalkan ke pasar secara langsung.

“Kalau ditanya seyakin apa, saya yakin terhadap Basmina seyakin takdir yang telah Allah berikan kepada saya. Tentu saya harus dengan konsisten menjaga kualitas dan kuantitas produk agar tidak mengecewakan pelanggan,” ujar Rachma.

Roti Pisang Basmina menjadi produk unggulan di pasaran, banyak pelanggam yang kerap melakukan repeat order dan beberapa kali terceletuk kalimat “Roti pisangnya itu khas banget, kalau dimakan pasti langsung tahu kalau ini produk Basmina.”

Selain itu juga ada Fudgy Brownies yang memang digemari dan dikenal sebagai brownies yang cokelat banget tapi manisnya tidak ‘lebay’.

Menjalankan bisnis tidak bisa dibilang gampang. Dalam perjalanannya menekuni Basmina, Rachma mengaku pernah merasa tidak percaya diri,

“Waktu itu pernah mixer error, 1 adonan roti pun kebuang. Sudah rugi, orderan pelanggan juga tidak terpenuhi. Pernah juga ada kritikan dari pelanggan soal roti saya. Sebenarnya masalah suka atau tidak suka kan memang wajar ya untuk makanan, toh itu soal selera, tapi bagi saya yang punya karakter introvert itu cukup membuat saya terpukul di awal-awal menjalankan Basmina.”

Berkat dukungan berupa mental, materi dan bantuan promosi dari sang suami dan keluarga besarnya, Rachma berhasil mengatasi kesulitan tersebut. Perlahan ia mulai berdamai dengan kritik pelanggan dan mulai mencari solusi dengan meningkatkan skill baking dan pemilihan bahan.

Dengan begitu ia bisa memperbaiki dan menyempurnakan kekurangan produk Basmina. Berkat pengalaman tersebut Rachma hingga kini terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas serta kuantitas produk Basmina.

“Banyak yang dipertaruhkan waktu itu ya. Ya tenaga, finansial, pikiran, dan waktu juga banyak dipakai untuk fokus ke Basmina. Kadang saking fokus dan semangatnya saya sampai lupa makan, terus asam lambung saya naik. Jangan sampai dicontoh nih, yang ini,” canda Rachma.

Basmina bisa seperti saat ini berkat pemasaran dan promosi yang dilakukan secara ‘getuk tular’, whatsapp, instagram dan juga facebook. Basmina sudah memiliki pasar di Semarang dan di komunitas daring, sehingga kirim paket ke luar kota pun sudah menjadi rutinitas sehari-hari.

Meskipun demikian, Rachma menyadari jika orderan kadang masih naik-turun. Kadang sepi, kadang juga karena ketidakmampuan Rachma dalam memenuhi permintaan pembeli akibat kurangnya tenaga.

“Meskipun sudah ada pasar di Semarang, Allah ternyata punya kehendak lain untuk keluarga saya. Suami saya pulang ke Rahmatullah karena Allah lebih sayang suami, lalu saya memutuskan pindah ke Purwodadi Grobogan dan kembali ‘babat alas’ di lingkungan yang baru, apalagi saya sempat vakum 1 tahun.

Jadi, sekarang saya membuka kembali Basmina di Purwodadi, menyambung silaturahmi dengan pelanggan lama di Semarang dan memperluas pergaulan serta market di lingkungan baru.

Selain itu supaya hasil maksimal, selain instagram @basminabakery, whatsapp, dan facebook, saya juga belajar memanfaatkan fitur tik-tok sebagai media promosi Basmina sekaligus menjalin kerjasama dengan selebgram di instagram,” terang Rachma.

Suka dan duka telah mewarnai kehidupan Rachma dan perjalanan Basmina selama 2 tahun terakhir ini, hal tersebut telah membuat Rachma menjadi pribadi yang tangguh dan bertumbuh.

Rachma meyakini, bahwa setiap manusia sudah memiliki paket lengkap dengan rejekinya masing-masing. Allah sudah mengatur hal itu dan semuanya tidak akan tertukar. Tinggal seberapa besar usaha dan doa yang manusia lakukan untuk menjemputnya dan bagaimana cara menjemput berkahnya, karena manusia akan dihadapkan pilihan untuk melaluinya lewat jalan yang halal atau tidak halal.

“Kuncinya adalah konsisten. Banyak atau sedikit, ramai atau sepi nya pelanggan, kita harus konsisten mempromosikan. Jangan lupa menjaga kualitas dan kuantitas produk agar nantinya pelanggan setia kita tidak berpaling ke kompetitor lain dengan alasan ‘karena ramai, kualitas produk kualitasnya semakin turun’, misalnya,” ujar Rachma.

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu untuk Basmina Cake and Bakery
[Total: 6 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar