Foto-foto koleksi HalalLifeID

Setahun terakhir ini animo masyarakat di Indonesia untuk bersepeda sangat tinggi. Di berbagai daerah kini lazim ditemui para pesepeda, atau lazim juga disebut goweser berlalu lalang di jalan-jalan, baik di jalan raya, jalan pedesaan maupun di jalur off-road.

Di Kawasan Bandung Timur ada jalur di jalanan kecil, bukan jalan raya, yang cukup populer bagi para goweser ini, yaitu menyusuri jalan kecil di sekitar Sungai Citarik, jika dimulai dari arah Gedebage Kota Bandung, jalur ini bisa dimulai dari daerah Tegal Luar sampai ke daerah Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung Jawa Barat.

Di jalur tersebut relatif tidak terlalu banyak kendaraan bermotor yang lewat, terutama roda empat, sehingga cukup nyaman dan aman bagi para goweser. Jalur tersebut menyusuri sepanjang Sungai Citarik dengan dihiasi pemandangan sawah yang masih membentang luas, memberi kesejukan bagi mata yang memandangnya.

Lalu setelah lelah menyusuri jalur ini, sempatkan mampir ke Warung Gowes Sepeda Sultan yang terletak di di Kampung Pancaksuji RT 2/RW 08 Desa Padamukti Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung ini, Di sana di lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi terdapat kafe sederhana untuk beristirahat melepas lelah. Dan ini yang unik, di kafe sederhana yang murah meriah ini berdiri kokoh monumen sepeda onthel unik raksasa yang konon katanya terbesar di dunia.

Monumen sepeda ini memiliki diameter kedua rodanya masing-masing mencapai 6 meter. Sementara panjang monumen sepeda onthel unik mencapai 14 meter dan tinggi 11 meter. Monumen sepeda onthel raksasa yang terbuat dari besi dan bahan asli ini diberi nama ‘Sepeda Sultan’

Menurut Pengelola Waroeng Gowes Sepeda Sultan Ir. Rd. Otjeu Rukmana sepeda ontel unik raksasa yang dicat warna kuning emas ini dibuat selama tiga bulan, dan melibatkan ahli yang dalam membuat sepeda sultan. Sementara anggaran yang dihabiskan untuk membuat sepeda onthel raksasa itu, hampir menyamai harga mobil. Dengan ukuran yang sangat fantastis, sepeda sultan itu menjadi salah satu objek foto selfie yang instagramable.

Tetap menarik di malam hari

Jalur sepeda menuju Waroeng Gowes Sepeda Sultan ini dari arah Kota Bandung bagian tengah bisa ditempuh kurang lebih 30 kilometer dengan melalui jalan terusan Buah Batu atau terusan Kiara Condong – Ciwastra – Derwati, atau bisa juga melalui Cikoneng baru dilanjutkan ke jalur Gedebage – Tegaluar – Sapan – Solokan Jeruk. Rute ini biasa digunakan para goweser dari Kota Bandung bagian barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

Sedangkan untuk para goweser yang berada di wilayah timur bisa melalui Jalur Rancaekek, Cicalengka atau Karapiyak dan Haur Pugur. Untuk goweser di Kabupaten Bandung wilayah selatan bisa melalui Ciparay, Majalaya atau Bojong Soang.

Untuk memasuki area kafe, pengunjung diwajibkan beli tiket masuk berupa vocer makan sebesar sepuluh ribu rupiah, vocer tersebut nantinya bisa ditukar dengan makanan atau minuman yang tersedia. Berbagai macam makanan minuman tersedia di sini, seperti nasi, mie, gorengan, snack, dan aneka minuman segar. Jangan khawatir, harga makanan minuman di sini sangat murah, berkisar 5 sampai 10 ribu rupiah saja.

Jam buka 08-17 WIB

Yuk bagi goweser, Sobat Halal yang berada di kawasan Bandung Raya segera mengarahkan sepedanya ke sana.


Berikan bintang kamu untuk Waroeng Gowes Sultan
[Total: 5 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar