Pawai Obor (via twitter @jjkxdestiny)

Umat muslim di seluruh dunia selalu menyambut datangnya Ramadhan dengan penuh suka cita. Ramadhan lebih dari sekadar melaksanakan kewajiban ibadah puasa, Ramadhan juga adalah bulan suci yang dihiasi juga oleh perayaan dan tradisi yang mengambil akar budaya dan sejarah setempat.

Di seluruh dunia, umat Islam menyambut momen Ramadhan dengan meriah dengan tradisi unik yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ramadhan merupakan bulan kesembilan dari kalender lunar Islam berlangsung antara 29-30 hari – bergantung pada penampakan bulan baru atau hilai. Bulan ini juga merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW pada tahun 610 M.

Untuk menunjukkan rasa sukacitanya ada banyak cara menyambut datangnya Ramadhan yang unik dan sesuai dengan budaya dan kebiasaan setempat, mulai dari ritual mandi di Indonesia hingga menyalakan lentera di Mesir.

Yuk kita lihat bagaimana Ramadhan dirayakan di negara-negara di seluruh dunia.

1. Padusan: Mandi Menyambut Bulan Ramadhan | Indonesia

Padusan di Umbul Cokro (foto: metrotvnews.com)

Sobat Halal mungkin sudah familiar dengan berbagai tradisi membersihkan diri untuk menyambut Ramadhan di seluruh penjuru Indonesia. Salah satu contohnya seperti Padusan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Padusan berasal dari kata “adus” dalam Bahasa Jawa yang berarti mandi. Padusan adalah ritual mandi di sumber mata air dengan berendam.

Dahulu ritual padusan ini biasanya diadakan di mata air yang dipilih oleh tetua atau pemimpin agama setempat. Tapi di zaman sekarang ritual ini bebas dilakukan di manapun; danau, kolam renang, bahkan di rumah sendiri.

2. Nyekar: Mengunjungi Makam Kerabat atau Orang Tua | Indonesia

Nyekar (foto: HalalLifeID)

Selain padusan, muslim di banyak daerah di Indonesia melakukan nyekar atau mengunjungi makam keluarga atau orang tua yang sudah mendahului dan dilakukan sebelum bulan suci dimulai.

Nyekar secara leksikal berasal dari kata “sekar” atau bunga, nyekar artinya menabur bunga. Jadi sambil membawa taburan bunga, mereka membersihkan makam, menaburkan bunga dan mengakhiri dengan membacakan do’a bagi keluarga atau orang tua yang sudah mendahului.

3. Pawai Obor: | Indonesia

Pawai Obor (kredit foto: Finta Rahyuni/JPNN.com via @KISSHotInfo)

Tradisi pawai obor menjelang Ramadhan dilakukan umat muslim di hampir seluruh di wilayah Indonesia dengan ciri khasnya masing-masing.

Pawai obor adalah bentuk perayaan kegembiraan dalam menyambut banyaknya kemuliaan, keutamaan, keberkahan dan ampunan pada bulan Ramadhan. Selain itu tujuan dilaksanakan pawai obor adalah untuk menyampaikan kepada seluruh warga yang beragama Islam agar mempersiapkan diri baik secara lahir maupun secara batin dalam rangka menjalankan kewajiban berpuasa sebulan penuh.

4. Midfa Al Iftar: Suara Meriam Penanda Berbuka | Lebanon

Midfa Al Iftar (foto: rehlat.com)

Negara-negara di timur tengah sudah tak asing dengan suara meriam sehari-hari di bulan ramadhan. Loh kok bisa ya? Karena tradisi yang bernama Midfa al Iftar ini berfungsi untuk menandakan waktu berbuka. Wow!

Sejarah dari tradisi ini bermula dari 200 tahun lalu, saat Khosh Qadam secara tidak sengaja menembakkan meriam saat mencobanya pada waktu magrib saat berbuka. Akhirnya kejadian tersebut perlahan menjadi tradisi.

5. Haq Al Laila: Anak-Anak yang Bernyanyi untuk Permen | UAE

Haq Al Laila (via pinimg.com)

Tradisi yang bernama Haq al Laila di Uni Arab Emirates ini memang mirip seperti tradisi trick or treat di negara-negara barat. Pada hari-hari menjelang Ramadhan, biasanya tanggal 15, anak-anak akan memakai baju berwarna terang dan membawa kantong bernama kharyta untuk mengambil permen-permen dan kacang-kacangan dari orang-orang yang dikunjunginya.

Kegiatan itu biasanya diiringi dengan lagu tradisional yang bermakna: jika memberi maka Allah SWT akan menggantinya. Tradisi ini juga mengandung nilai kebersamaan, di tengah kehidupan masyarakat modern yang biasanya lebih individualis. Keren ya Sobat Halal!

6. Chaand Raat: Girls Days Out di Malam Idul Fitri | Pakistan, Bangladesh dan India

Chaand Raat (via dawn.com)

Ada yang unik di malam Idul Fitri di Pakistan. Pada malam itu biasanya setelah berbuka para wanita akan pergi ke pertokoan untuk membeli beragam gelang warna-warni atau menghias tangan dan kaki mereka dengan henna.

Tradisi ini bernama Chaand Raat. Toko-toko akan dihias dan buka sampai menjelang pagi di hari tersebut. Meriah ya!

7. El Fanous: Festival Lentera| Mesir

El Fanous (via alarabiya.net)

Ini mungkin salah satu tradisi Ramadhan yang paling berwarna dan indah di seluruh dunia. Fanous atau Lentera Ramadhan adalah festival lentera unik beserta dekorasi lainnya yang berwarna cerah.

Menurut legenda populer di kalangan orang Mesir tradisi ini bermula dari kisah pada hari ke-5 Ramadhan tahun 358 H, Khalifah Fatimiyah Muezz El-Din El-Allah memasuki Kairo setelah senja dan penduduk keluar dalam jumlah mereka untuk menyambutnya dengan lentera mereka untuk merayakan kedatangannya.

Sejak itu Fanous atau lentera menjadi hiasan khas orang Mesir selama Ramadhan. Banyak anak-anak berjalan-jalan sambil membawa lentera itu. Juga digunakan sebagai dekorasi di rumah-rumah orang dan bahkan saat berjalan di jalan umum.

Seperti pohon Natal yang jadi simbol dalam perayaan Natal, Fanous adalah simbol untuk musim suci Ramadhan di Mesir. Lentera warna-warni yang menghiasi rumah, jalan, lorong, masjid, dan kafe di kota-kota Mesir akan memberikan nuansa yang benar-benar cemerlang di malam hari.

8. Davul: Genderang Sahur | Turki

Penabuh Genderang Turki (via medyaturk.info)

Dengan dentuman Davul, genderang tradisional Turki yang nyaring, hampir tidak mungkin untuk tidak bangun untuk sahur. Penabuh genderang Turki yang mengenakan pakaian tradisional, dengan Davul (gendang dua sisi) mereka diikat ke tubuh mereka, berkeliaran di jalan-jalan Turki – menabuh genderang untuk membangunkan orang-orang untuk sahur.

Mereka bernyanyi dan bermain drum dan membangunkan orang. Terkadang orang-orang yang dibangunkan akan memberikan sedikit tip (bahsis). Atau sering juga mereka mengundang para penabuh genderang tersebut ke rumah mereka untuk ikut makan sahur.

Tradisi Ramadhan di Turki yang satu ini menonjol karena menunjukan semangat berbagi dalam merayakan Ramadhan.

9. Nafar: Penjaga Kota Sang Pembangun Sahur | Maroko

Nafar (via merahputih.com)

Bahkan kota-kota paling mengantuk di Maroko terbangun oleh seruan Nafar selama Ramadhan. Mirip dengan penabuh genderang Turki, tradisi Nafar di Maroko membangunkan kaum muslim untuk bangun sahur. Nafar, yang mengenakan gandora tradisional, topi, dan sepasang sandal sederhana akan berjalan di sekitar lingkungan sambil membacakan do’a-doa dengan alunan yang merdu.

Penduduk kota biasanya memilih orang-orang yang paling berempati dan jujur ​​dari masyarakat sebagai Nafar untuk melaksanakan tugas terhormat ini. Pada malam terakhir Ramadhan, orang-orang ini secara resmi akan diberi kompensasi materi sebagai penghargaan karena telah menjunjung tinggi tradisi Ramadhan yang sudah berlangsung lama di Maroko ini. (*nfk)


Berikan bintang kamu untuk Tradisi Unik Menyambut Ramadhan
[Total: 4 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar