Daun dan bunga Harungana Madagascariensis (foto Denis Barthel via wikipedia.org)

Memiliki kulit cantik yang mulus dan bersinar adalah impian banyak kaum hawa. Sehingga tak heran ada banyak produk-produk kecantikan perawatan kulit atau skincare yang menawarkan bisa membuat kulit cantik yang mulus dan bersinar.

Namun sayangnya kadang-kadang ada beberapa produsen produk skincare terutama yang ilegal alias tidak memiliki izin dari BPOM RI menggunakan bahan-bahan yang berbahaya yang dalam penggunaan jangka panjang bukannya mempercantik kulit namun malah merusaknya.

Karenanya, saat ini penggunaan bahan-bahan alami atau ekstrak dari bahan-bahan alami menjadi tren bagi produsen skincare terkemuka sehingga tujuan agar kulit cantik mulus dan bersinar bisa diraih dengan cara yang aman.

Salah satu bahan alami yang belum banyak dikenal tetapi sudah mulai digunakan oleh beberapa produsen skincare atau kosmetik terkemuka adalah Harungana Madagascariensis.

Apa itu Harungana Madagascariensis?

Menurut situs Wikipedia, Harungana Madagascariensis biasa juga dikenal sebagai Dragon’s Blood Tree, Orange-milk Tree atau Haronga, adalah pohon kecil lebat yang biasanya tingginya berkisar antara 4m sampai 7m, tetapi kadang-kadang dapat tumbuh hingga 25 meter. Cabang-cabangnya keluar dari batang silinder. Mahkotanya tampak berwarna hijau keemasan. Kulit kayu tampak berwarna merah marun dan retakan vertikal. Sisiknya disusun secara vertikal dan dapat dipipihkan dengan mudah.

Pohon itu dapat segera dikenali dari getah jingganya yang hampir berpendar dari potongan-potongan yang dikupas dari batangnya. Getah jingga keluar saat daun dicabut atau cabang patah. Sebagian besar permukaan pohon ditutupi dengan rambut bintang. Saat rusak, kulitnya mengeluarkan getah berwarna oranye itulah kenapa disebut juga sebagai pohon Dragon’s Blood Tree alias Pohon Darah Naga.

Getah dari batang pohon Harungana Madagascariensis (Foto: Matthew Walters via pattheplants.blogspot.com)

Pohon yang “Menyembuhkan”

Harungana Madagascariensis sering juga disebut sebagai pohon dengan manfaat regenerasi yang kuat. Di sisi lain Harungana juga mendorong reboisasi dengan kemampuannya untuk tumbuh di tanah tandus di Madagaskar dan Afrika. Tanaman ini juga sudah lama terkenal dengan manfaat anti-inflamasi dan anti-oksidan.

Sejak dahulu kala, pohon ini telah digunakan oleh masyarakat lokal untuk banyak manfaat terapeutik. Daunnya meningkatkan fungsi hati dan juga memiliki manfaat antiseptik dan penyembuhan, sedangkan getah merah jingga dari tanaman digunakan untuk melembabkan dan melembutkan kondisi kulit.

Bagi masyarakat di sekitarnya, tanaman ini telah digunakan secara tradisional sebagai bahan pewarna kuning dan untuk tujuan terapeutik termasuk sebagai antibakteri dan antiinflamasi.

Harungana Madagascariensis secara tradisional digunakan di Madagaskar dan di banyak negara Afrika di mana ia diperkenalkan untuk khasiat obatnya. Rebusan daun digunakan untuk asma dan gangguan kulit dan jus daun digunakan untuk penyembuhan luka.

Aplikasi untuk Kecantikan dan Perawatan Kulit

Seorang Peneliti dari Perancis, Olivier Courtin dalam permohonan patennya untuk ekstrak Harungana Madagascariensis telah menunjukkan bahwa ekstrak Harungana Madagascariensis yang digunakan menurut penemuan ini serta komposisi kosmetik yang terdiri darinya dapat digunakan untuk membantu sintesis kolagen; atau untuk melindungi protein kulit dari glikasi.

Oleh karena itu, ekstrak Harungana Madagascariensis atau komposisi kosmetik yang menyusunnya menurut penemuan ini dapat digunakan untuk mencegah, menunda, melawan, mengobati atau mengurangi penuaan kulit dan/atau munculnya tanda-tanda penuaan kulit.

Ilustrasi foto Mikhail Nilov via pexels.com

Tanda-tanda penuaan kulit adalah: kerutan, garis halus, kulit kendur, hilangnya elastisitas serat kulit, kulit layu, kulit menipis, dan kulit kusam dan/atau tidak bercahaya.

Bahan kimiawi yang dihasilkan dari ekstrak Harungana Madagascariensis ini akan menjembatani kolagen yang menua sehingga menghasilkan peningkatan kekakuan serat yang membuatnya lebih tahan terhadap serangan kolagenase dan radikal bebas. Sehingga degradasi dan pembaruannya dengan demikian diperlambat.

Sebuah perusahaan penyedia bahan-bahan kecantikan Seppic juga telah menghasilkan penemuan mengenai mekanisme kerja dari ekstrak ini yang menggabungkan efek menyejukkan (penghambatan lipase, regulasi IL-10 dan IL-12), efek antioksidan (perlindungan terhadap peroksidasi lipid) dan kemanjuran terhadap Propionibacterium acnes.

Tes yang digunakan pada remaja yang menunjukkan kulit rawan jerawat menunjukkan pengurangan whiteheads yang signifikan dibandingkan plasebo setelah 28 hari.

Dengan beragam manfaat seperti itu tak heran kini Harungana Madagascariensis menjadi salah satu bahan unggulan yang digunakan dalam beberapa produk skincare terkemuka.

* Dirangkum dari berbagai sumber


Berikan bintang kamu
[Total: 2 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar