Allium Sativum Linn alias Bawang Lanang (Foto: Adriell Alexander)

Allium Sativum Linn adalah salah satu varietas bawang putih, di Indonesia dikenal sebagai bawang putih tunggal atau bawang lanang. Perbedaan bawang putih tunggal dengan bawang putih biasa cukup mencolok, bawang ini hanya terdiri dari satu siung saja dan memiliki aroma khas yang kuat karena memiliki kandungan minyak yang tinggi. Bagi pecinta aroma dan masakan yang kuat, bawang ini cocok sekali untuk digunakan sebagai bumbu masak.

Bawang putih tunggal mengandung 17 macam asam amino, 33 komponen sulfur, dan 200 enzim yang bermanfaat bagi kesehatan, tak heran jika bawang putih tunggal ini sering digunakan untuk menjaga kesehatan. Berikut adalah manfaat bawang putih tunggal bagi kesehatan antara lain :

    1. Menurunkan kolesterol, gula darah, dan tekanan darah tinggi
    2. Mengatasi tumor, miom, dan kanker
    3. Agen antioksidan
    4. Menghambat penuaan dini
    5. Membersihkan darah
    6. Mencegah stroke dan penyakit alzheimer
    7. Mengatasi masalah paru-paru (asma, batuk, sesak napas)
    8. Menjaga sistem pencernaan
    9. Meningkatkan insulin
    10. Menjaga kesehatan jantung, ginjal dan hati

Banyak orang yang berlomba-lomba mengonsumsi bawang putih tunggal, baik secara langsung, diolah atau pun difermentasi. Bawang putih tunggal yang difermentasi dan siap dimakan bisa Sobat Halal temukan di marketplace, namun Sobat Halal juga bisa mengonsumsi dengan menggunakannya pada bumbu masak sehari-hari atau dimakan langsung. Sayangnya, tidak semua orang merasa nyaman saat mengkonsumsi dengan cara langsung memakannya.

Berikut beberapa cara untuk mengkonsumsi bawang putih tunggal dengan mudah dan tetap merasa nyaman.

    1. Rebus bawang dengan segelas air hingga mendidih, lalu minum airnya.
    2. Haluskan bawang hingga lembut dan larutkan bersama segelas air hangat bersama sesendok madu jenis akasia.
    3. Fermentasikan bersama madu, caranya : cacah 20 siung bawang, masukkan ke botol kaca berwarna gelap, tuangi madu sebanyak 500ml kemudian tutup rapat dan simpan di tempat yang tidak terkena cahaya selama 7 hari. Setelah itu fermentasi bawang dan madu siap di konsumsi 2x sehari, 1 sendok makan.

Mudah bukan? Sobat Halal bisa langsung praktek ya di rumah. Salam sehat!

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu
[Total: 0 Rata-rata: 0]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar