Fransiska Nindya Galuh A. Wanita cantik asal Malang yang akrab dipanggil Siska ini rela melepaskan pekerjaannya untuk memulai bisnis kecilnya di rumah. Bermodalkan uang Rp 100.000 – Rp 300.000, ia menjual baju dan aksesoris bayi sejak tahun 2017.

“Jujur awalnya hanya iseng karena mikir gimana cara beli baju buat anak tapi harganya murah, secara harus hemat juga, kan?” Ungkapnya saat diminta untuk menceritakan alasan memutuskan untuk membuka usaha tersebut.

Berdasarkan pengalamannya, Siska mengaku suka-dukanya ada banyak. Keuntungan yang bisa langsung ia rasakan begitu menjalankan bisnis di rumah adalah bisa merawat dan memonitor anaknya secara langsung.

Bagi seorang ibu dengan 2 anak yang aktif dan masih dalam pertumbuhan, hal ini adalah sebuah kenyamanan yang tak ternilai. Selain itu waktu bersama anak jadi lebih banyak, menambah wawasan dan relasi, serta memiliki waktu yang fleksibel karena segala sesuatu bisa diatur sendiri.

Namun demikian, dukanya juga tidak sedikit. Jika sebelumnya Siska cukup memikirkan pekerjaan saja dan menerima gaji bulanan saat menjadi karyawan, sekarang Siska harus memikirkan banyak cara untuk meningkatkan target penjualan,mengelola reseller, menjaga hubungan baik dengan supplier termasuk logistik dan pembeli, memikirkan cara dan sarana promosi, kerjasama logistik, mengelola reseller, memikirkan gaji pegawai dan masih banyak lagi yang lain.

“Uang tidak akan datang dengan sendirinya kalau tidak dicari sendiri.” ujarnya tegas.

Di samping itu, Siksa juga mengakui bahwa tak jarang ia bertemu pelanggan yang suka “PHP”. Belum lagi jika terjadi keterlambatan pengiriman stok dari supplier, bertemu pegawai atau pedagang yang tidak jujur atau malah harus sibuk menagih invoice berulang-ulang ke pembeli yang bandel.

Siska sempat mengalami masa di mana ia dikejar-kejar membayar tagihan supplier yang cukup besar, padahal ketika itu ia dan keluarganya sedang isoman, sehingga toko terpaksa ditutup dan pemasukan pun tidak ada. Selain itu, Siska juga sempat membuka toko kecil di rumahnya, membuka lapak di acara care free day, dan juga meramaikan acara live shopping di media sosial atau market place. Berkat kegigihan dan ketekunannya sekaligus dukungan dari sang suami, usahanya kini berbuah manis.

Saat ini usahanya meraup omzet 10-14 juta tiap bulannya. Diketahui, Siska baru saja membuka tokonya sendiri di Malang pada pertengahan bulan Agustus 2021 ini. Namun tidak berhenti sampai di situ saja, Siska masih ingin memaksimalkan usahanya melalui market place dan sebisa mungkin membuka lapangan pekerjaan lebih besar lagi bagi orang lain.

“Pokoknya kalo mau jadi pebisnis tu harus niat sampai akhir. Kalau niatnya ada tapi niat ngelakoninya gak ada, ya percuma. Harus mau belajar, dan jangan takut gagal, gak ada hasil yang instan. Selain itu, juga harus ‘iling’ sama ilmu langit dan ilmu bumi, itu salah satu teknik marketing palung handal.” Siska menuturkan tipsnya menjadi mompreneur.

Sobat Halal yang berada di Malang bisa mampir dan berbelanja lansung di toko milik Siska yang terletak di Perum 8 View, Blok A No. 1, Bugis, Malang (sebelah Perumahan Emerald) atau cek profile @v_babyfashion di instagram untuk berbelanja online serta mendapatkan informasi lainnya.

Keren, kan? Apa yang dicapai Siska ini juga bisa kita capai kalau kita tekun dan gigih. Semoga kisah ini dapat menginspirasi Sobat Halal ya.

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu untuk @v_babyfashion
[Total: 2 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar