Idul Fitri selalu menjadi saat yang penuh kebahagiaan, karena itulah saatnya berkumpul bersama keluarga besar, mengunjungi dan dikunjungi kerabat, tetangga dan handai taulan lainnya sampai beberapa hari setelah hari Idul Fitri. Karenanya sudah jadi tradisi di meja tamu harus ada kue-kue untuk sebagai suguhan untuk tamu-tamu yang kita hormati.

Di Indonesia, kue-kue yang “wajib hadir” saat lebaran umumnya, nastar, cheese stick, putri salju, kastengel jeju dan masih banyak lagi. Tapi umumnya resep kue-kue tersebut bukan resep asli Indonesia. Nastar misalnya, resepnya diadopsi dari resep kue di Belanda.

Tapi selain kue-kue di atas, ternyata ada kue-kue khas dari beberapa daerah di Indonesia, dan sudah jadi suguhan khas lebaran sejak dulu loh. Yuk kita lihat beberapa di antaranya!

  1. Engkak Ketan

Engklak Ketan (via youtube channel Yuniar Loli Kitchen)

Sekilas kue ini terlihat bagai lapis legit, tetapi jika Sobat Halal cermati kue ini bertekstur lebih kenyal dan basah karena terbuat dari ketan dan santan yang kental. Rasanya gurih dan manis, masaknya pun tidak jauh berbeda dengan lapis legit.

  1. Kue Sapik

Kue Sapik (via ayokepariaman.id)

Kue sapik merupakan makanan khas Sumatera Barat. Sekilas memang terlihat seperti kue leker, namun rasanya justru seperti kue semprong.

Bagi masyarakat Minangkabau, kue ini merupakan kue wajib saat lebaran. Kue dengan cita rasa manis-gurih ini cocok sekali dimakan bersama teh dan kopi loh!

  1. Madu Mongso

madumongso (via instagram @jajan_legendaris)

Madu mongso merupakan sajian khas lebaran ala Jawa Timur. Madu mongso terbuat dari rebusan kental gula merah, tape ketan hitam, santan dan buah kurma, setelah dingin baru adonan kental dan kenyal tersebut dibungkus dengan kertas minyak berwarna-warni sehingga terlihat menggemaskan.

Rasa manis hasil perpaduan gula merah dan kurma itulah yang membuat makanan ini diberi nama madu mongso. Nikmatnya tidak perlu ditanya, sekali gigit minta lagi.

  1. Baruasa

Baruasa (via instagram @yani120589)

Baruasa merupakan kue khas Makassar, Sulawesi Selatan. Kue ini berbentuk bulat kembung pada bagian atas dan memiliki retakan di atasnya akibat dipanggang.

Kue ini terbuat dari perpaduan tepung beras, gula dan parutan kelapa, sehingga tidak heran jika kue ini memiliki cita rasa manis serta gurih. Kue ini cocok sekali disantap bersama dengan teh.

  1. Enting-Enting Jahe

Enting-Enting Jahe (via instagram @enting_jahe456)

Yang satu ini asalnya dari Sumatera Utara, lebaran tidak akan terasa lengkap tanpa kehadiran kue yang satu ini di meja makan. Kue yang buat dari kelapa, gula merah dan jahe ini berbentuk lempengan persegi panjang atau gulungan tipis.

Teksturnya kasar dan lengket. Meskipun demikian, ketika dimakan, rasanya sangat unik, yaitu gurih, renyah dan pedas. Pokoknya rasanya nagih deh!

  1. Kue Koya

Kue Koya (via instagram @imamfahruddin-id)

Kue koya dikenal juga sebagai kue satru. Kue ini merupakan kue khas yang banyak ditemukan di Desa Randu Jalak, Probolinggo.

Kue ini terbuat dari bubuk kacang hijau berwarna putih dan gula, teksturnya berpasir, padat dan mudah rontok. Namun demikian, jangan ragukan rasanya, manis, gurih dan berpasir. Cocok sekali disandingkan dengan teh atau kopi, yummy!

  1. Kue Sagon

Kue Sagon (via instagram @flourhour.id)

Kue sagon berasal dari Jawa Tengah. Roti ini terbuat dari tepung beras ketan atau tepung sagu, vanilli, parutan kelapa dan gula. Pada zaman dahulu, kue ini dipanggang di atas tungku berbahan bakar arang sehingga aromanya sangat khas.

Meskipun teksturnya terkesan kasar dan keras, faktanya kue ini mudah disantap, rasanya pun manis dan gurih loh!

  1. Rengginang

Rengginang (via instagram @windurom001)

Nah yang satu ini, “Indonesia banget”. Saking populernya sampai-sampai banyak lelucon yang bilang agar hati-hati karena saat lebaran banyak “biskuit palsu”, kalengnya merek biskuit terkenal tapi pas dibuka isinya rengginang.

Rengginang adalah makanan yang bisa dipastikan ada di semua daerah di Indonesia, meskipun aslinya berasal dari Tanah Pasundan. Masyarakat Sunda menyebut rengginang dengan kata ranginang.

Asal-usul makanan ini konon berasal dari zaman dahulu saat warga ingin membuat tapai ketan. Namun, bahan ragi mereka kosong. Karena tanpa ragi tak akan jadi tapai, akhirnya beras ketan yang sudah dikukus tersebut dibentuk bulatan pipih, lalu dijemur dan digoreng. Untuk menambah cita rasa, ada rengginang yang dicampur terasi sehingga membuat rasanya menjadi gurih.

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu untuk Kue Lebaran Khas Indonesia
[Total: 3 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar