Foto ilustrasi oleh Farhan Azam via unsplash

Ketupat sudah menjadi ikon makanan khas Lebaran atau Idul Fitri di Indonesia. Lebaran seolah tak tak terpisahkan dengan momen lebaran. Rasanya lebaran tak lengkap tanpa makanan yang satu ini. Saking ikoniknya, bahkan ucapan-ucapan Lebaran di Indonesia selain dihiasi gambar masjid umumnya selalu menyertakan gambar ketupat.

Menurut catatan sejarah, ketupat masuk ke Indonesia pada abad ke-15, yaitu pada saat Sunan Kalijaga aktif melakukan syiar Agama Islam. Ketupat menjadi media pengenalan sekaligus simbol dalam merayakan Idul Fitri kepada masyarakat.

Ketupat sendiri memiliki nama filosofis dalam bahasa Jawa yang artinya ‘meminta maaf’. Oleh karena itu, perayaan Idul Fitri di Indonesia selalu ditandai dengan berkunjung dari rumah ke rumah sambil meminta maaf satu sama lain.

Seiring berjalannya waktu, tradisi makan ketupat setiap lebaran pun mengalami akulturasi dengan budaya kuliner setempat. Salah satunya adalah penyajian ketupat dari daerah satu daerah yang lainnya masing-masing berbeda dan unik. Penasaran, kan? Kita cari tahu yuk!

1. Ketupat Kandangan

Ketupat Kandangan (foto oleh: Midori via wikipedia)

Ketupat kandangan merupakan makanan khas dari Kalimantan. Ketupat kandangan berbentuk segitiga yang dipotong-potong dan disajikan bersama ikan asap kuah santan yang dibumbui dengan pala, cengkih, kayu manis, kapulaga dan kaldu.

Biasanya semangkuk ketupat ini akan disajikan bersama dengan taburan bawang goreng yang melimpah. Hmmmm, yummy!

2. Ketupat Babanci

Ketupat Babanci (foto oleh: Darmawan via asianfoodnetwork.com)

Ketupat Babanci merupakan ketupat khas asli Betawi. Ketupat ini memiliki bentuk ketupat pada umumnya, biasanya disajikan bersama kuah santan berbumbu bawang merah, bawang putih, cabai dengan potongan daging sapi yang lembut. Tidak ketinggalan, taburan bawang goreng menambah kenikmatan di setiap suapan.

3. Ketupat Palas

Ketupat Palas (foto via Facebook Ketupat Palas YUYU)

Ketupat palas merupakan ketupat khas asli Medan. Ketupat ini terbuat dari beras ketan yang dibungkus dengan daun palas hingga berbentuk segitiga. Uniknya, ketupat palas memiliki tekstur yang lebih empuk dan kenyal jika dibanding ketupat lain.

Biasanya ketupat ini disajikan bersama cocolan rendang daging atau gula merah cair. Rasanya nikmat bukan kepalang!

4. Ketupat Glabed

Ketupat Glabed (foto oleh: Ana Lainda via panturapost.com)

Yang satu ini asalnya dari Tegal, Jawa Tengah. Ketupat ini memiliki kuah kuning berwarna kental, rasanya menyerupai opor tanpa jintan. Ketupat ini biasanya disajikan bersama sambal pedas, kerupuk dan potongan tempe goreng.

Selain diberi taburan bawang goreng, ketupat ini juga diberi pendamping berupa sate ayam atau sate kerang.

5. Ketupat Kuning

Ketupat Kuning (foto via youtube channel Dapur Fatma Sahitang)

Ketupat kuning berasal dari Manado. Berbeda dengan ketupat lainnya, ketupat ini berwarna kuning. Selain warnanya yang menyerupai nasi kuning, ketupat ini terbuat dari beras yang telah dibumbui santan, kunyit, salam, serai dan rempah lainnya kemudian dibungkus dengan daun woka atau daun lontar.

Biasanya, ketupat kuning ini dimakan bersama ikan cakalang, semur daging atau telur dan kering talas. Yummy!

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu untuk 5 Ketupat Khas
[Total: 2 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar