Ilustrasi foto oleh Daniel Lloyd Blunk-Fernández [via Unsplash]

Dewasa ini semakin banyak orang yang memilih untuk mengonsumsi makanan Halal (khususnya makanan yang bersumber dari daging hewan) meski bukan seorang Muslim. Sebab ini bukan soal keyakinan semata, tetapi juga menyangkut pola hidup sehat. Banyak orang yang percaya bahwa makanan halal menawarkan banyak manfaat kesehatan tambahan serta alasan-alasan etis lainnya. Lalu, bagaimana makanan (khususnya daging) halal dapat meningkatkan pola makan dan kebugaran Anda.

Apa itu Halal?

Kata halal secara harfiah berarti “diperbolehkan”. Untuk membuat daging sapi, domba atau unggas menjadi Halal, hewan harus disembelih dengan tata cara yang diperbolehkan dan sesuai dengan panduan dalam ajaran Islam. Hewan harus dalam keadaan hidup dan sehat pada saat disembelih.

Produk bersertifikat halal berarti produk tersebut dipelihara dan disembelih sesuai dengan hukum Islam. Agar produk daging mendapatkan Standar Halal harus dari sumber yang dapat diterima seperti domba, sapi atau ayam dan disembelih sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh lembaga yang mengeluarkan sertifikat tersebut.

Hewan yang “lebih bahagia” dan lebih bersih

Dalam konteks daging Halal, fokus luar biasa diberikan pada sanitasi dan kebersihan sesuai yang dianjurkan secara syariat Islam. Ini berarti hewan yang dibesarkan di peternakan Halal, khususnya di negara-negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim, dibesarkan secara berbeda, karena peternak Halal harus mematuhi pedoman yang telah ditetapkan sesuai syariat.

Hewan-hewan juga semasa hidupnya harus diperlakukan dan dirawat dengan baik dan diberi pakan yang sehat dan bersih. Peternak halal umumnya menghindari penggunaan antibiotik dan bahan tambahan lainnya. Peternak halal juga menghindari penggunaan obat-obatan antiinfeksi dan ramuan sintetis yang mungkin biasa digunakan oleh banyak peternak lain yang mencari untung lebih.

Meningkatkan Etika

Dengan tidak diperbolehkan menyembelih hewan yang sakit; oleh karena itu, hewan haruslah dipelihara dalam kondisi bersih yang mendukung lingkungan bebas penyakit. Hewan-hewan diperlakukan dengan baik dan banyak orang percaya penyembelihan halal sangat etis, sebab menyebabkan lebih sedikit stres jangka pendek dan jangka panjang pada hewan, dibandingkan dengan teknik pemotongan di peternakan modern.

Hewan menghasilkan lebih sedikit “racun ketakutan”

Penyembelihan Islam menuntut agar darah benar-benar habis dari tubuh binatang yang disembelih, sehingga menghasilkan daging yang lebih baik dan lebih segar, bebas dari bakteri.

Selain itu, karena binatang saat disembelih tidak mengalami stres, maka daging binatang tsb lebih bebas dari “racun rasa ketakutan” yang menghasilkan daging yang lebih lembut yang bebas dari radikal bebas yang dilepaskan saat hewan mengalami stres. Ada sebagian pemikiran bahwa ini akan menghasilkan daging yang lebih bersih dan sehat untuk pikiran dan tubuh.

Salah satu toko daging halal di kawasan La Ramblas, Barcelona, Sepanyol (foto: HalalLifeID/Syahid}

Meningkatkan Metabolisme dan kesehatan secara keseluruhan

Merupakan persyaratan mendasar seorang Muslim untuk merawat tubuh mereka sendiri sebaik mungkin. Salah satu pendekatan utama yang harus dilakukan adalah dengan memastikan bahwa makanan yang mereka makan memiliki kualitas terbaik. Kita semua tahu bahan-bahan sehat sangat penting dalam mendukung berat badan yang sehat, sistem kekebalan tubuh, otak dan fungsi metabolisme.

Daging halal rasanya lebih enak

Banyak orang percaya daging halal terasa lebih enak karena darah dalam daging bisa membusuk dan berdampak negatif pada rasa. Daging halal lebih empuk dan rasanya lebih enak. Itu juga tetap segar lebih lama karena tidak adanya darah yang tertinggal setelah binatang disembelih, sehingga membatasi pertumbuhan bakteri.

Sumber: LoveYourself.co.uk


Berikan bintang kamu
[Total: 4 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar