Ilustrasi foto oleh Timelab

Jakarta, HalalLifeID – Lembaga statistik statista.com menyatakan bahwa pada 2018, nilai pasar halal yang ada diperkirakan mencapai 2,2 triliun dolar AS dan berpotensi tumbuh menjadi sekitar 3,2 triliun dolar pada tahun 2024. Pasar terbesar bagi industri halal ini adalah sektor makanan dan minuman halal. Sayangnya Indonesia meskipun merupakan negara dengan populasi besar dan mayoritas penduduknya beragama Islam, yang merupakan target potensial pasar halal, justru belum menjadi pemimpin dalam percaturan bisnis industri halal ini.

Salah satu indikator pemain industri halal dunia adalah dalam laporan yang rutin dirilis tiap tahun oleh Global Islamic Economy Indicator (GIEI). Pada tahun 2020 peringkat GIEI Indonesia naik dari posisi 5 ke posisi 4 dan Malaysia masih tetap memimpin peringkat ini dari tahun ke tahun. Meski tahun 2020 ada kenaikan peringkat tetapi jika dilihat dari skor penilaian, perbedaan skor Indonesia yang sebesar 91,2 cukup jauh dari Malaysia (290,2). Dua peringkat di bawah Malaysia adalah Arab Saudi (155,1), dan Uni Emirat Arab (133).

Negara lainnya yang masuk dalam daftar 10 besar adalah Yordania dan Bahrain dengan skor di kisaran 80 poin, Kuwait dan Pakistan sekitar 70 poin, kemudian Iran dan Qatar berkisar di antara 60 poin. Skor ini diambil berdasarkan penilaian dari beberapa sektor dalam ekonomi syariah, seperti makanan halal, keuangan, pariwisata, fashion, kosmetik, serta media dan hiburan. Indonesia mencatatkan kenaikan cukup signifikan pada sektor media dan hiburan, kosmetik, makanan halal, serta keuangan.

Sumber: Databoks Katadata

Ini harus menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi para pelaku bisnis di Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Penting untuk menaikkan positioning dan ekosistem ekonomi halal dan syariah di Indonesia yang masih kalah dibanding negeri jiran Malaysia. Padahal Indonesia tercatat sebagai pasar untuk makanan halal terbesar, pasar terbesar ke-2 di dunia untuk kosmetik halal dan pasar terbesar ke-3 untuk industri busana muslim.

Pemerintah Republik Indonesia sendiri terus berupaya memfasilitasi potensi industri halal ini. Misalnya pada tahun 2019 seluruh produk yang masuk dan diedarkan di Indonesia harus mengantongi sertifikasi halal sesuai yang diamanatkan UU No.33 Tahun 2014 mengenai Jaminan Produk Halal. Hal ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan ambisi Indonesia menjadi global halal hub.


Berikan bintang kamu
[Total: 3 Rata-rata: 4.7]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar