Kesadaran berinvestasi di pasar modal dikatakan masih rendah di Indonesia pada tahun 2019. Namun, semenjak pandemi, angka kesadaran berinvestasi justru meningkat secara signifikan jadi dua kali lipat sejak akhir 2020, dilansir Kompas.

Untuk mendapatkan sumber ilmu mengenai investasi pun kini sangatlah mudah, banyak akun yang membahas seputar saham bermunculan di Instagram, TikTok, facebook, youtube dan lainnya. Ada banyak keuntungan berinvestasi saham, beberapa diantaranya adalah modal bisa disesuaikan kemampuan, menambah wawasan, mengasah kemampuan analisi data, aman, transparan, mendatangkan keuntungan, ada dividen, dan fleksibel.

Bursa Efek Indonesia sendiri telah memperkaya penawaran jenis saham dengan saham syariah yang merupakan jenis saham berdasarkan prinsip syariah. Dilansir Lifepal, saham ini tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariah, kriterianya juga telah disepakati oleh OJK dan MUI dalam Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No KEP-208/BL/2012.

Badan pengawas ini akan memastikan emiten yang masuk dalam kategori syariah tidak terkait dengan aktifitas yang tergolong haram, emiten-emiten tersebut terbagi dalam 3 indeks, yaitu Jakarta Islamic Index (JII), Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index), dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sehingga mudah untuk menemukannya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai lembaga yang berwenang dalam menerbitkan fatwa halal telah mengeluarkan fatwa bahwa investasi saham itu halal. Sampai sekarang sudah ada 17 fatwa DSN-MUI yang dikeluarkan berhubungan dengan pasar modal khususnya syariah.

Ada 3 fatwa yang menjadi dasar soal investasi saham ini, yaitu:

Tapi Sobat Halal tetap mesti berhati-hati sebab DSN MUI sudah meminta agar transaksi short selling karena, MUI menilai transaksi tersebut berpotensi melanggar prinsip syariah. Sobat Halal yang ingin lebih jelas soal ini bisa baca di situs OJK.

Nah, kalau sudah yakin soal halalnya, bagi Sobat Halal yang tertarik berinvestasi di pasar modal syariah berikut beberapa hal perlu diperhatikan biar aman:

1. Belajar

Sebelum memutuskan untuk membeli saham, pastikan Sobat Halal sudah mengantongi ilmu tentang bermain saham. Selain belajar mengenai situasi ekonomi dan politik, karakteristik perusahaan serta imdustrinya, dan analisis, Sobat Halal juga harus membiasakan diri dengan banyak istilah unik di dunia saham.

Asah kemampuan dengan mempelajari simulasi trading dan mulai ikuti akun-akun terpercaya yang membahas mengenai saham.

2. Sumber dana

Selain harus halal, sumber dana untuk berinvestasi sebaiknya dipisahkan dari dana yang dialokasikan dari kehidupan sehari-hari. Jangan gunakan uang tabungan, berhutang atau uang operasional rumah tangga guna menjaga kestabilan keuangan jika terjadi kemungkinan terburuk.

3. Pilih Sekuritas

Untuk yang satu ini, Sobat Halal wajib memilih sekuritas yang berada di bawah pengawasan OJK. Selain itu, pelajari dan pertimbangkan biaya jasa bulanan sekuritas dan pilih yang dikehendaki

4. Mulai dari yang terkecil

Sebagai langkah awal, mulailah pembelian saham dengan deposit awal yang paling kecil jika Sobat Halal ingin bermain aman.

Dikutip dari BigAlpha, berikut daftar sekuritas pilihan pemula, antara lain : IPOT, Stockbit, Ajaib, MOST Mandiri, BIONS, RTI Bussiness, Mirae HOST, POEMS ID, BCAS Best Mobile, dan MNC Sekuritas. Untuk memilih investasi saham syariah, cari perusahaan sekuritas yang telah terintegrasi dengan SOTS (Shariah Online Trading System).

5. Periksa Daftar Efek Syariah (DES)

Dikeluarkan oleh OJK untuk mempermudah investor syariah untuk memilih perusahaan dengan prinsip syariah sebagai calon investasinya. Sobat Halal bisa melihat daftarnya di sini.

6. Monitoring

Jangan lupa memantau saham yang sudah dibeli melalui aplikasi, berita ekonomi-politik, dan isu terbaru yang memiliki dampak terhadap pasar modal syariah. Selain itu, review perusahaan secara berkala.

7. Manajemen Risiko

Bermain saham tidak serta merta membuat untung seketika, bahkan Sobat Halal bisa mengalami pasang-surut harga saham yang tak menentu (bukan berarti tak bisa diprediksi) hingga merugi. Kelola kemungkinan-kemungkinan terburuk untuk berjaga-jaga dan lakukan tindakan melalui keputusan yang matang.


Disclaimer: Informasi ini bersifat umum dan edukatif dan bukan merupakan saran finansial. Pembaca agar memeriksa ulang daftar di atas sebelum melakukan keputusan investasi. Segala risiko dan akibat yang ditimbulkan dari keputusan investasi merupakan tanggung jawab investor yang bersangkutan

Vin S
“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter.” ~ Dan Poynter

Berikan bintang kamu
[Total: 2 Rata-rata: 5]

Bagikan artikel ini





Berlangganan
Beritahu tentang
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar